REKOMENDASI HASIL Focus Group Discussion ISPI – FPPTPI – ISMAPETI “Menemukan Jalan Keluar Kemelut Sapi Dan Daging Sapi”

IMG_1487 IMG_1488Akar masalah kemelut sapi dan daging sapi :

Data yang kurang akurat khususnya terkait dengan supply-demand daging sapi sehingga kebijakan yang diambil oleh pemerintah bisa menjadi kontroversi dan kurang produktif. Over estimasi suplai daging sapi local atau under estimasi proyeksi demand daging sapi atau bahkan inkurasi keduanya, menjadi salah satu penyebab tingginya harga daging sapi di pasaran khususnya di Jabodetabek, disamping faktor lain seperti hiruk pikuk pemberitaan media seperti langka bahkan krisis daging sapi.

Perbedaan pemahaman sistem dan tujuan pemeliharaan sapi juga menjadi salah satu penyebab langkanya atau terbatasnya suplai daging sapi lokal. Tujuan utama peternak rakyat dalam memelihara sapi bukan semata-mata untuk berbisnis dan diambil dagingnya akan tetapi sebagai tabungan hidup. Sapi milik peternak rakyat (yang mencapai 90% total populasi 12,5 juta ekor) akan dijual jika mereka membutuhkan uang seperti untuk membayar sekolah/kuliah, hajatan, biaya rumah sakit, membeli kebutuhan lain yang urgen (sawah, kendaraan, dsb…) atau memanfaatkan momentum hari besar agama seperti Idhul Qurban.

Pemahaman istilah-istilah teknis peternakan seperti karkas, daging sapi, daging impor, bobot hidup, sapi potong, sapi bibit dan seperti istilah ‘penimbunan’ vs ‘penggemukan’ dll. Perlu disamakan persepsinya diantara stakeholders agar tidak menimbulkan kerancuan berfikir dan tindakan yang dapat memiliki implikasi hukum.

Pemotongan sapi local termasuk betina produksi secara berlebihan akibat kurangnya pasokan akan membahayakan struktur populasi dan kelangsungan usaha sapi local dalam jangka panjang.

Rekomendasi Alternatif solusi :

Kami menghimbau kepada semua pihak terkait untuk secara jernih dan tidak mudah saling berburuk sangka dalam mensikapi kejadian tingginya harga daging sapi agar diantara kita para pihak dapat berdialog secara kritis-konstruktif dalam menemukan solusi ideal untuk kebaikan dan ketentraman masyarakat.

Kami dari ISPI-FPPTPI-ISMAPETI sebagai pihak independen siap membantu pemerintah dalam hal pembenahan akurasi data populasi ternak dan koefisiensi teknis peternakan sapi dengan melibatkan para dosen dan mahasiswa serta tenaga voluntir melalui kegiatan tri dharma perguruan tinggi. Kita harus menempatkan kebenaran data ibarat sabda Tuhan yang tidak boleh ‘dipermainkan’ demi kepentingan apapun oleh siapapun, mengingat data yang tidak akurat jika digunakan sebagai dasar pengambilan ke bijakan dampak negatifnya sangat luas dan merugikan masyarakat, bangsa dan negara.

Solusi yang akan diambil oleh pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan daging sapi dalam waktu dekat ini diharapkan dengan tetap mengedepankan kepentingan kesejahteraan peternak dan memperhatikan investasi yang telah ditanamkan di sub sektor peternakan, melalui kebijakan strategis baik untuk peternak rakyat maupun perusahaan peternakan sapi serta kepentingan nasional jangka panjang.

Yogyakarta, 16 Agustus 2015

PB ISPI (Prof. Ali Agus)

FPPTPI (Dr. Jafrinur)

PB ISMAPETI (Tri Wahyu Utomo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s