Hari Susu Nusantara 2015

1433054343885

SELAMAT HARI SUSU NUSANTARA 01 JUNI 2015

“Segelas Susu Untuk Indonesia Lebih Maju”

Salam Cinta Dari Ujung Kandang,

Hidup Mahasiswa Peternakan Indonesia!

Sahabat-sahabat semuanya mahasiswa peternakan seluruh Indonesia baik dari ujung Sabang sampai Merauke. Salam hangat kita sampaikan, Indonesia bangga akan hadirnya kalian semuanya sahabat. Bagaimana tidak? suara kalian paling lantang diantara jutaan rakyat, langkah kalian paling kencang diantara ribuan stakeholder peternakan, dan Idealisme kalian paling mahal bahkan tak terbeli oleh nominal diantara ribuan orang yang gembor-gembornya berjuang untuk rakyat. “Bukan Lautan Hanya Kolam Susu. Kail dan jala bisa menghidupimu” inilah sepenggal sajak lagu dari Musisi senior Koes Plus yang melukiskan bagaimana bumi negeri ini yang begitu kaya dan subur. Inilah negara yang disebut-sebut bagaikan surga yang menurut beberapa agama merupakan tempat yang indah penuh dengan kenikmatan dan kebahagiaan yaitu Indonesia.

Senin tanggal 01 Juni 2015 merupakan moment besar bagi kita semua insan peternakan seluruh Indonesia. Hari ini merupakan momentual peringatan Hari Susu Nusantara sebagai bentuk refleksi kita bahwa selama bangsa ini ingin jauh berkembang maka sudah barang tentu akan membutuhkan susu untuk mencerdaskan kehidupan rakyatnya. Perlu kita sadari bahwa kondisi persusuan Indonesia masih jauh dari yang kita harapkan, konsumsi susu masyarakat Indonesia saat ini hanya 8 liter/kapita/tahun itu pun sudah termasuk produk-produk olahan yang mengandung susu. Konsumsi susu negara tetangga seperti Thailand, Malaysia dan Singapura rata-rata mencapai 30 liter/kapita/tahun, sedangkan negara-negara Eropa sudah mencapai 100 liter/kapita/tahun inilah potret kelam yang menjadi tanggung jawab kita semua Insan Peternakan Indonesia. Seiring dengan semakin tingginya pendapatan masyarakat dan semakin bertambahnya jumlah penduduk Indonesia, dapat dipastikan bahwa konsumsi produk-produk susu oleh penduduk Indonesia akan meningkat. Perkiraan peningkatan konsumsi tersebut merupakan peluang yang harus dimanfaatkan dengan baik. Akan tetapi kondisi produksi susu segar Indonesia saat ini, sebagian besar (91%) dihasilkan oleh usaha rakyat dengan skala usaha 1-3 ekor sapi perah per peternak. Skala usaha ternak sekecil ini jelas kurang ekonomis karena keuntungan yang didapatkan dari hasil penjualan susu hanya cukup untuk memenuhi sebagian kebutuhan hidup inilah beberapa permasalahan persusuan Indonesia. Padahal jika kita analisa bersama salah satu komponen dari subsektor peternakan yang memiliki banyak manfaat dan berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia adalah agribisnis persusuan. Kondisi geografis, ekologi, dan kesuburan lahan di beberapa wilayah Indonesia memiliki karakteristik yang cocok untuk pengembangan agribisnis persusuan. Selain itu, dari sisi permintaan, produksi susu dalam negeri masih belum mencukupi untuk menutupi kebutuhan konsumsi dalam negeri. Saat ini produksi dalam negeri baru bisa memasok tidak lebih dari 30% dari permintaan nasional, sisanya 70% berasal dari impor.

Kekurangan produksi susu segar dalam negeri merupakan peluang besar peternak susu untuk mengembangkan usahanya. Namun demikian peternak masih menghadapi permasalahan, antara lain yaitu rendahnya kemampuan budidaya khususnya menyangkut kesehatan ternak dan mutu bibit yang rendah. Dalam hal pemasaran susu dari peternak dalam negeri, keberadaan Inpres No 4/1998 mengakibatkan posisi industri pengolahan susu menjadi jauh lebih kuat dibandingkan peternak karena industri pengolahan susu mempunyai pilihan untuk memenuhi bahan baku yang dibutuhkan yaitu susu segar dari dalam negeri maupun dari impor. Hal ini menyebabkan relatif rendahnya harga susu segar yang diterima oleh perternak dalam negeri. Masalah penting lainnya mengenai perkoperasian susu adalah proses pembentukan koperasi tersebut umumnya bersifat top-down dan intervensi pemerintah relatif besar dalam mengatur organisasi. Pembentukan anggota koperasi bukanlah atas dasar akumulasi modal anggota tetapi lebih banyak bersifat pemberian kredit ternak sapi dalam rangka kemitraan dengan bantuan modal dari pemerintah. Status anggota koperasi hanya berfungsi pada saat menjual susu segar dan pembayaran iuran wajib dan iuran pokok. Koperasi sebagai lembaga ekonomi dalam menjalankan manajemen tanpa pengawasan yang ketat oleh anggota, justru sebaliknya koperasi cenderung berkuasa mengatur anggota. Agar pangsa pasar susu yang dihasilkan peternak domestik dapat ditingkatkan maka masalah-masalah di atas perlu ditanggulangi dengan baik. Revolusi putih harus dilaksanakan sejak saat ini, yaitu dengan meningkatkan produksi dan konsumsi susu nasional. Revolusi putih yang berhasil akan menjamin terjadinya peningkatan kualitas kehidupan masyarakat Indonesia.

Sahabat-sahabat semuanya mahasiswa peternakan Indonesia, maka dari itu 01 Juni 2015 merupakan awal revolusi putih akan kita mulai dengan melakukan kegiatan (aksi, kampanye gizi, seminar nasional, audiensi, bakti sosial, pengabdian, dsb) dalam rangka memperingati Hari Susu Nusantara 2015. Selamat Hari Susu Nusantara kami sampaikan dari Pengurus Besar ISMAPETI “Segelas Susu Untuk Indonesia Lebih Maju” kita wujudkan peran ISMAPETI dari setiap pelosok negeri. Kalau tidak sekarang kapan lagi??? Kalau bukan kita mahasiswa peternakan siapa lagi???

Hidup Mahasiswa, Hidup Mahasiswa, Hidup Rakyat Indonesia!!!

Mengabdi Bersama ISMAPETI, Bersatu Membangun Negeri

Tri Wahyu Utomo,

Ketua Umum PB ISMAPETI 2014-2016

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s