Inovasi dan Aksi ISMAPETI untuk Peternakan Negeri di TIMPI 2013

Pengurus Besar ISMAPETI bersama Himpunan Profesi Mahasiswa Peternakan (HIPROMATER) Universitas Bengkulu sukses mengadakan Temu Ilmiah Mahasiswa Peternakan Indonesia (TIMPI) 2013 pada 7-12 November 2013 di Universitas Bengkulu. Kegiatan TIMPI 2013 merupakan sarana pengumpulan karya dan inovasi mahasiswa peternakan untuk memajukan peternakan Indonesia. TIMPI 2013 ini mengangkat tema “Membangun Peternakan Negeri dengan Inovasi”.

Temu Ilmiah Mahasiswa Peternakan Indonesia yang dihadiri 80 orang delegasi mahasiswa peternakan Indonesia ini memiliki beberapa rangkaian kegiatan dan lomba. Lomba yang diadakan yaitu Debat Peternakan Nasional, Mahasiswa Berprestasi (MAPRES) Peternakan Nasional, dan Call for Policy Paper. Kegiatan TIMPI diawali dengan penyambutan peserta pada Jum’at malam (8/11) yang bertempat di wisma LPPB yang sekaligus menjadi tempat penginapan para delegasi dan finalis TIMPI 2013.

Acara TIMPI dibuka secara resmi pada hari sabtu (10/11) oleh Dr. Ridwan Nurazi, SE, M.Sc,Ak selaku rektor Universitas Bengkulu. Setelah dibuka secara resmi, langsung dilaksanakan Seminar Nasional yang bertemakan “Bedah Tuntas Swasembada dan Impor Daging Sapi”. Pembicara pada Seminar Nasional ini yaitu Ir. Fauzi Luthan (Direktur Budidaya Ternak), Thomas Sembiring (Direktur Asosiasi Pengusaha Impor Daging Indonesia), Ir. Irianto Abdullah (Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bengkulu) dan Prof. Dr. Agr. Johan Setianto (Dosen Universitas Bengkulu). Dalam pemaparan dari keempat pembicara, ternyata terdapat perbedaan data populasi ternak sapi dan kerbau di Indonesia. Masing-masing pembicara masih optimis dengan Swasembada Daging. “Saya Optimis bahwa kita akan swasembada daging, tapi mungkin tidak di 2014”, ungkap Johan. Realita data dan sisa waktu saat ini menunjukkan bahwa Indonesia hampir mustahil untuk mencapai swasembada daging di 2014. Perlu adanya evaluasi terhadap pengaplikasian blue print yang sudah dibuat oleh pemerintah. Pada hari yang sama, dilaksanakan pula Indonesian Livestock Club (ILC) yang berlangsung di Wisma LPPB Bengkulu. Lima orang pemakalah Call for Policy Paper menyampaikan makalah mereka yang berisi tentang solusi nyata dalam membantu program swasembada daging 2014 yang kemudian akan dilanjutkan diskusi bersama mahasiswa peternakan seluruh Indonesia. ILC ini akhirnya memfokuskan pada pembahasan perlindungan terhadap sapi betina produktif dan diversifikasi produk pangan asal hewan yang sepakat untuk memilih dua orang duta untuk dua hasil pembahasan tersebut. Telah dibentuk pula Tim Adhoc yang akan membuat roadmap swasembada dan mengawal Program swasembada daging.

Hari ketiga (11/11) merupakan penyisihan dan semi final debat peternakan nasional. Delapan tim yang berhasil menjadi finalis yaitu UNS, UNSOED, UNDIP, IPB, UnBraw, UGM1, UGM2, dan UNPAD. Lomba debat dilaksanakan di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa Universitas Bengkulu. Setelah selesai semifinal debat, peserta TIMPI dijamu makan malam di rumah dinas Gubernur Bengkulu. “Begini harusnya aksi mahasiswa yang lebih bermanfaat”, begitu beliau memberikan apresiasinya terhadap kegiatan TIMPI 2013.

Hari keempat (12/11) diadakan final MAPRES Peternakan Nasional 2013 dan final debat peternakan nasional gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa Universitas Bengkulu. Sore harinya, seluruh peserta TIMPI 2013 melakukan kampanye gizi, long march di sepanjang jalan suprapto. Kampanye gizi ini menyuarakan tentang pentingnya konsumsi protein hewani untuk kecerdasan bangsa, dengan membagi bagikan telur dan susu kepada masyarakat sekitar.

Malam harinya merupakan malam puncak sekaligus penutupan kegiatan TIMPI 2013 yang berlangsung di hall Rektorat Universitas Bengkulu. Rangkaian kegiatan TIMPI 2013 ditutup secara resmi oleh Dekan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Selanjutnya diumumkan pemenang lomba dari seluruh rangkaian TIMPI 2013.

 

Call for Policy Paper

–          Ajat Santoso (Universitas Gajah Mada) sebagai Penyaji Terbaik

 

Debat Peternakan Nasional

–          Juara 1 : Universitas Gajah Mada

–          Juara 2 : Institut Pertanian Bogor

–          Juara 3 : Universitas Brawijaya

 

Mahasiswa Berprestasi (MAPRES) Peternakan Nasional 2013

–          Muhsin Al Anas (Universitas Gajah Mada)

–          Afifah Noor Hidayah (Universitas Jendral Soedirman) sebagai “DUTA SAVE SAPI BETINA PRODUKTIF”

–          Mahfuz Ahmadi (Universitas Sriwijaya) sebagai “DUTA DIVERSIFIKASI PRODUK PANGAN ASAL HEWAN”

 

Piala bergilir TIMPI (Adhigana Rafflesia) yang sebelumnya dipegang oleh Institut Pertanian Bogor, berhasil dibawa pulang oleh Universitas Gajah Mada yang berhasil menjadi juara umum pada TIMPI 2013.

            Temu Ilmiah Mahasiswa Peternakan Indonesia ini diharapkan menjadi langkah awal mahasiswa peternakan untuk terus menyalurkan ide, karya dan inovasi mereka di bidang science. Gagasan untuk membatu penyuksesan swasembada daging akan benar-benar direalisasikan dengan dibentuknya TIM ADHOC dan Duta Mahasiswa Peternakan.

Best Regards,

PB ISMAPETI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s