Pengurus Besar ISMAPETI Goes to Wilayah 2

Setelah sukses melakukan kunjungan kerja ke wilayah IV, hari ini (22 desember 2012) ketua umum PB ISMAPETI melakukan kunjungan kerja ke wilayah V. Ketua Umum PB ISMAPETI (Tarmidzi Taher Abdussalam) tiba di kota bogor sekitar pukul 10.00 WIB. Setibanya di kota Bogor, beliau langsung menuju Institut Pertanian Bogor (IPB) yang disambut oleh carut marutnya kota ini. Tiba di IPB sekitar pukul 12.00 WIB. Diskusi diadakan di ruang diskusi Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor. Ketua Umum PB didampingi oleh KETUA V PB (Muhammad Jundi Adila) yang kebetulan mahasiswa FAPET IPB. Diskusi ini dihadiri oleh Ketua BEM FAPET IPB yang sekaligus Korwil 2 (Hafidz Ilman Albana), Kadet Polkastrad BEM FAPET IPB (Dian Septy Andhini), Kadept RPM Eksternal BEM FAPET IPB (Amalia Ikhwanti), Kabir Kajian Peternakan BEM FAPET IPB (Egha Jaka), Ketua DPM FAPET IPB (Sunaryo), Pengurus HMJ Produksi Ternak (Rayyis Usman), Pengurus Wilayah 2 (Angga Bagus), serta pengurus FAMM Al-An’am Fapet IPB (Nurul Khikmah).

Tepat pukul 13.00, diskusi dimulai dan dipandu oleh saudara Jundi. Diskusi dibuka dengan pemaparan dari pengurus wilayah tentang kondisi ISMAPETI di wilayah 2 khususnya. Saudara Angga memaparkan bahwa ISMAPETI di wilayah 2 sudah memiliki desa binaan dan sudah melakukan kunjungan ke HIMPULI (Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia). Kedepannya, wilayah 2 sudah mengagendakan untuk melakukan kunjungan ke PT Karya Anugerah Rumpin dan merencanakan untuk melaksanakan Jambore Peternakan. Wilayah 2 melakukan pembagian focus kegiatan, untuk IPB focus ke bina desa dan UNPAD focus di kajian. Hal ini dilakukan karena mereka mengeluhkan masalah jarak yang jauh dari tiap institusi.

Diskusi dilanjutkan dengan pemaparan grand design ISMPAETI oleh Tarmidzi. Sebelum memulai penyampaian grand design, beliau mengatakan, “Jarak itu memang masalah dari tiap wilayah bahkan nasional. Tapi itu merupakan masalah yang bisa diselesaikan. Inti dari permasalahan ini adalah komunikasi yang belum baik, Harus dipaksakan, kalau tidak ya tidak akan bisa”. Membangun Simpul Sinergisitas untuk ISMAPETI yang Berkualitas, ini judul yang dibawa. Ada tiga tantangan yang dihadapi ISMAPETI saat ini, yaitu IOMS (Ikatan Organisasi Mahasiswa Serupa), Turbulensi 2014, dan Dual track.

Ismapeti merupakan salah satu organisasi yang termasuk dalam IOMS dan terdaftar di nomor 27 di DIKTI pada tahun 1993. “Kita memang terdaftar di nomor 27 di DIKTI, tapi itu di tahun 1993. Ternyata ini mesti di registrasi tiap tahunnya agar kita tetap terdaftar”, ungkap tarmidzi. Tantangan yang kedua adalah turbulensi yang akan kita hadapi di tahun 2014. Tarmidzi menyampaikan bahwa akan ada turf wars (perang kepentingan) di sana. Contohnya yaitu Swasembada daging 2014 yang paling hangat diperbincangkan saat ini.

Dual track merupakan tantangan selanjutnya. Dual track yang pertama yaitu permasalahan internal ISMAPETI dan eksternal jaringan. Permasalahan internal menyangkut perapihan administrasi, adanya gap, anggaran, dan lemahnya garis institusi. Permasalahan eksternal yaitu belum adanya forum alumni ismapeti, belum jelasnya status IOMS, dan ketidak jelasan institusi yang tergabung dalam keanggotaan ISMAPETI. Dual track yang kedua yaitu seberapa tanggap kita terhadap isu nasional dan internasionalisasi gerakan. Saat ini, banyak isu nasional yang tidak kita ketahui. Sudah seharusnya kita peka terhadap isu ini dan menentukan sikap terhadapnya. Gerakan ISMAPETI juga harus merambah ke tingkat Internasional. Pengurus Besar ISMAPETI periode sebelumnya telah membuat jaringan Internasional yang cukup baik. Dual track yang ketiga yaitu perlunya essensi dan eksistensi. Format agenda nasional ISMAPETI nyaris sama, Semnas, Field-Trip, dan Hunting (belanjaan). Perlu adanya penambahan essensi di tiap agenda ISMAPETI. Rakernas : Full Strategi, TIMPI : Full Scientific, BAMPI : Full Empowerment, Dies Natalis : Full Show Up, Silatnas : Full Policy-Linkage.

Tarmidzi kemudian menyampaikan visi dan misi yang akan coba diwujudkan pada periode ini. Visi yang disampaikan adalah “Mewujudkan ISMAPETI sebagai Organisasi yang Sinergis Bermakna menuju Insan Peternakan yang Harmonis Berdaulat”. Dengan misi sebagai berikut :

 Membangun hubungan yang SINERGIS dan PRODUKTIF antara PB, Korwil, MP dan elemen strategis lain, khususnya Wilayah di Luar Pulau Jawa
 Menyelenggarakan program yang TRANSFORMATIF dan subtantif bagi Peternakan khususnya dan Masyarakat pada umumnya
 Creates Strategic Future Leaders
 Membangun Strategic Linkage bersama Stakeholder Peternakan dan menjadikannya sebagai mitra strategis empowerment Peternak Rakyat
 Secara aktif mengkritisi dan memberikan solusi terhadap Strategic policy Pusat dan Daerah

Pada kepengurusan kali ini, beliau telah menyusun periode kerja secara umum yang dimaksudkan untuk melakukan proses control, monitoring dan massive presure terhadap semua komponen ISMAPETI. Pembagian fungsi kerja akan diterapkan agar ada focus kerja di tiap bidang. Fungsi kerja ini dibagi atas Fungsi Kaderisasi, Fungsi Tata Kelola Lembaga, Fungsi Jaringan, Fungsi Penyebaran Informasi, Fungsi Advokasi dan Kesejahteraan, Fungsi Kebijakan Publik, Fungsi Kajian dan Profesi, dan Fungsi Administrasi-Keuangan.

Beberapa hal baru yang akan ada di ISMAPETI yaitu WEB, Badan Usaha Milik ISMAPETI (BUMI), Mahasiswa Membangun Desa (MMD), Forum Ketua Bem (FKB). Ismapeti yang notabene adalah organisasi tingkat nasional akan diusahakan untuk membuat domain sendiri, http://www.ismapeti.org. BUMI akan dibentuk mengingat ISMAPETI merupakan organisasi yang tidak mempunyai pemasukan dana yang jelas. Targetan rekor MURI, ISMAPETI akan mencoba membentuk MMD yang kemudian akan berlangsung di sekitar 60 titik (anggota ISMAPETI) di seluruh Indonesia. Perlunya persamaan gerakan Peternakan se Indonesia, maka akan diadakan Forum Ketua BEM (FKB) Peternakan se Indonesia.

Selanjutnya dibuka sesi diskusi yang diharapkan akan munculnya aspirasi dari rekan-rekan wilayah 2. Saudara hafidz bertanya tentang apakah ada strategi kaderisasi? Sunaryo menyarankan perlu adanya grand design regenerasi agar mahasiswa baru dapat tahu lebih banyak tentang ISMAPETI dan juga kenapa progam kerja tidak dibagi tiap wilayah saja dan kemudian pusat hanya sebagai kontroling. Terakhir, Dian menambahkan perlu adanya koordinasi antara Pengurus Besar terhadap BEM di tiap Institusi. “Untuk kaderisasi, akan ada SOP (apa saja yang perlu disampaikan) dari kita dan kemudian untuk teknis diserahkan kepada masing-masing Institusi”, ungkap Tarmidzi menanggapi pertanyaan dari hafidz. Untuk program kerja yang diserahkan ke tiap wilayah, beliau menyampaiakan bahwa itu akan membuat gap di tiap wilayah dan akan lebih sulit dalam kontroling.

Terakhir beliau menyampaikan bahwa PR kita saat ini sangat banyak. “Kami belum akan bergerak jika Internal sendiri masih banyak yang perlu dibenahi. Kami akan selesaikan mengunjungi setiap wilayah untuk mengetahui keadaan di tiap wilayah dan mendengar aspirasi yang ada”, tuturnya. Harapannya, ISMAPETI ada bukan hanya ketika kegiatan Nasional ada. ISMAPETI bukan event organizer, tapi ini organisasi besar yang kemudian akan melahirkan orang-orang besar.

Setelah diskusi ditutup, saudara Tarmidzi berehat sejenak di kosan Jundi dan kemudian malamnya baru berangkat pulang ke rumahnya di Bekasi.

Muhammad Jundi Adila
Mahasiswa Fakultas Peternakan
Institut Pertanian Bogor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s