Musyawarah Nasional (MUNAS) XII ISMAPETI “Ismapeti Untuk Indonesia”

Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia (ISMAPETI) mengadakan Musyawarah Nasional (MUNAS) XII ISMAPETI. Musyawarah Nasional yang ke-12 ini dilaksanakan di Jatinangor pada tanggal 30 november-4 desember 2012. Sesuai dengan kesepakatan pada saat MUNAS XI, Universitas Padjajaran menjadi tuan rumah untuk kegiatan ini. Sebanyak 108 orang yang mewakili 34 institusi hadir pada MUNAS XII ini. Kegiatan ini bertemakan, “ISMAPETI untuk Indonesia” yang memiliki rangkaian acara Seminar Nasional, Aksi Gizi, Musyawarah Nasional, dan Feildtrip.

Peserta dari seluruh Indonesia mulai tiba di Bumi Pasundan pada tanggal 30 november. Selama kegiatan berlangsung, seluruh peserta menginap di gedung Kopertis IV, jatinangor. Pada tanggal 30 november malam, seluruh peserta berkumpul di aula untuk kegiatan ramah tamah. Masing-masing delegasi memperkenalkan diri dan ada penampilan hiburan dari tuan rumah. Keesokan harinya, peserta MUNAS XII mengikuti pembukaan Musyawarah Nasional XII dan dilanjutkan Semiar Nasional di gedung Balai Santika Universitas Padjajaran. Musyawarah Nasional XII ini dibuka oleh Pembantu Rektor I Universitas Padjajaran, Prof. Dr. H. Engkus Kuswarno. Beliau menyampaikan harapan untuk peternakan Indonesia ke depannya agar lebih baik. Setelah acara pembukaan, dilanjutkan acara seminar nasional. Seminar ini bertemakan, “Animal Welfare (Hak Asasi dan Kesejahteraan Bagi Hewan”. Pembicara yang hadir yaitu, Syukur Iwantoro (Direktur Peternakan dan Kesehatan Hewan), Dr. Tari, MSc (Dinas Peternakan Jawa Barat), Drh. Maidaswar, MSi (Kepala BIB Lembang), dan Dr.drh. Endang Yuni Setyowati, MSc. Agr (Dosen Fapet Unpad). Seminar ini menampilkan berbagai masalah yang dihadapi oleh berbagai pihak dalam penerapan animal welfare di Indonesia.

Syukur Iwantoro sebagai narasumber mewakili pemerintah menyampaikan tantang beberapa kebijakan pemerintah dalam penerapan kesejahteraan hewan. Beliau menyampaikan bahwa kesejahteraan hewan muncul akibat semakin kurang seimbangnya hubungan saling ketergantungan antara manusia dengan hewan. “Tujuan kesejahteraan hewan yaitu untuk melindungi perilaku orang atau badan hokum yang dapat mengancam kesejahteraan hewan (kesrawan)”, ucap beliau. Banyak kebijakan pemerintah terkait dengan kesrawan, salah satunya UU 18 tahun 2009. Langkah-langkah yang diharapkan untuk penerapan kesrawan yaitu, menaati UU no 18 tahun 2009, membatasi jumlah RPH agar lebih mudah dalam controlling, memperbaiki fasilitas sarana. Narasumber kedua yaitu ibu Tari dari dinas peternakan Jawa Barat. Ada dua jenis tantangan dalam pembangunan peternakan, yaitu internal dan eksternal. Tantangan internal meliputi program swasembada daging 2014, rendahnya daya saing produk domestic, dinamika permintaan produk peternakan, dan perubahan manajemen pembangunan yang sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah. Sedangkan tantangan internal yang harus dihadapi yaitu, pergeseran tuntutan konsumen terhadap keamanan dan mutu produk hewan, serangan produk impor akibat liberalisasi pasar global, dan krisis ekonomi global.

Pengimplementasian animal welfare di Indonesia dipaparkan oleh bapak Maidaswar dan ibu Endang. Ada lima hal yang harus diperhatikan dalam animal welfare, yaitu ternak tersebut harus bebas dari rasa lapar dan haus, bebas dari rasa sakit, luka dan penyakit, bebas dari rasa tidak nyaman dan stress, bebas untuk mengekspresikan perilaku normal, dan bebas dari rasa takut dan tertakan. Perbaikan transportasi dan perlakuan terhadap ternak dapat diperbaiki. “Bukan hanya fasilitas yang harus diperbaiki, tetapi bagaimana cara menggunakan fasilitas dengan baik”, tutur Maidaswar. Harapan dari bapak Maidaswar, ke depannya harus ada standarisasi untuk tukang potong ternak (jagal), penyediaan pakan dan tempat tinggal yang ramah lingkungan, dan memperhatikan kesehatan hewan tanpa harus menyakiti hewan lainnya.

Protein hewani sangat penting dalam membangun peradaban bangsa yang cerdas. Kesadaran akan hal ini membuat seluruh mahasiswa yang tergabung dalam kegiatan MUNAS langsung turun untuk melaksanakan aksi gizi. Mahasiswa-mahasiswa menyampaikan pentingnya konsumsi protein hewani dan melakukan pembagian susu segar gratis di dalam lingkungan Universitas Padjajaran. Penambahan pengetahuan dirasa perlu oleh seluruh peserta. Kegiatan selanjutnya berkunjung ke Balai Inseminasi Buatan Lembang. BIB Lembang ini memiliki banyak jenis ternak baik sapi pedaging, sapi perah, kambing, dan domba. Penyimpanan sperma dilakukan dalam bentuk semen beku yang diberi penomoran. Pendistribusian semen beku ini juga telah dilakukan ke seluruh Indonesia.

Musyawarah Nasional XII ISMAPETI diharapkan membentuk kata mufakat untuk memperbaharui perturan dan kepengurusan ISMAPETI pada periode berikutnya. Musyawarah ini berbentuk sidang pleno yang terdiri dari lima pleno. Sidang berbentuk presidium yang dipimpin oleh Presidium 1 (Anwar/Universitas 45 Makassar), Presidium sidang 2 (Nuryanto/Universitas Padjajaran), dan Presidium sidang 3 (Rizka Amalia/Universitas Sumatera Utara). Pleno pertama membahas tentang agenda dan tata tertib sidang. Pleno kedua membahas tentang Laporan Pertanggungjawaban Pengurus besar dan Majelis Pekerja Nasional ISMAPETI periode 2010-2012. Pleno ketiga dibahas tentang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga ISMAPETI untuk periode selanjutnya. Pleno keempat dilaksanakan setelah diadakan rapat komisi yang dibagi dalam tiga komisi. Pleno kelima yaitu pemilihan pengurus besar dan majelis pekerja ismapeti untuk periode 2012-2014. Hasil dari pleno kelima yaitu :

Ketua umum Pengurus Besar ISMAPETI :
Tarmidzi Taher Abdussalam (Universitas Gajah Mada)

Ketua I Bid Administrasi dan Keuangan :
Siti Fatimah (Universitas Jendral Soedirman)

Ketua II Bid Kaderisasi :
Abdul Mutthalib (Universitas Jambi)

Ketua III Bid Advokasi, Propaganda dan Aksi :
Abdul Hamid (Universitas Mataram)

Ketua IV Bid Keilmuan dan Keprofesian :
Zia Zannititah Pawana (Universitas Diponegoro)

Ketua V Bid Informasi dan Komunikasi :
Muhammad Jundi Adila (Institut Pertanian Bogor)

Majelis Pekerja Nasional :
Riska Amalia (Universitas Sumatera Utara)
Sela Pratiwi (Institut Pertanian Bogor)
Hida Lailli Mutiara Rini (Universitas Diponegoro)
Septi Trisna Sari (Universitas Udayana)

Grand Design ISMAPETI 2012-2014, “Ragam Warna Penuh Makna”. Mewujudkan ISMAPETI sebagai organisasi yang sinergis bermakna menuju insan peternakan yang harmonis berdaulat, merupakan visi dari Ketua Umum ISMAPETI terpilih. Dengan adanya lima regional menjadikan ISMAPETI memiliki potensi menggerakkan dalam skala yang sangat massif agar proses tindakan yang dilakukan menyentuh dengan grass-root insan peternakan harmonis berdaulat. Ke depan, generasi ISMAPETI lah yang menjadi tonggak pembangunan peternakan, dan ISMAPETI lah yang turut bertanggung jawab membentuk itu.

Salam cinta dari ujung kandang…

Muhammad Jundi Adila
Mahasiswa Fakultas Peternakan
Institut Pertanian Bogor-Bogor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s