Hasil ChatNas (3): Perlukah Subsidi Untuk Peternak? (7/4)

Mahasiswa diharapkan menjadi agen perubahan yang berkekuatan intelektual tinggi dan pola berfikir yang kritis terhadap fakta berdasar analisis keilmiahannya. Untuk melatih mahasiswa dalam menganalisis terhadap fakta yang ada, maka ISMAPETI sebagai organisasi kemahasiswaan bertanggungjawab untuk memberikan sarana untuk pengembangan daya nalar serta analisis dan sharing informasi dalam program ChatNas (Chating Nasional).

Sabtu (7/4) pukul 20.00 s.d 22.00 WIB, ChatNas ke 3 sudah dilakukan. Topik diskusi adalah “Perlukah Subsidi Untuk Peternak Rakyat?”. Peternakan Indonesia memang belum dikatakan mapan, namun kebutuhan akan protein sumber hewani ini sangat tinggi permintaanya. Masalah peternakan kita segudang. Oleh karenanya harus muncul strategi untuk memecahkannya. Salah satunya adalah pemberian subsidi untuk para peternak rakyat itu diperlukan atau tidak. Seperti halnya subsidi BBM, subsidi beras, ataupun subsidi pupuk. Subsidi untuk peternak diharapkan mampu meningkatkan produktifitas kegiatan peternakan di Indonesia. Program pemerintah terhadap swasembada yang utama untuk peternakan adalah swasembada daging sapi dan kerbau 2014.

Hadir dalam diskusi tersebut, Yogi Sidik ketua umum PB ISMAPETI (UGM), Heru Nugraha PB ISMAPETI (IPB), Stefi Koordinator Wilayah 1 (UNJA), Hafidz Koordinator Wilayah 2 (IPB), Agung Koordinator Wilayah 4 (UMM), Astri sekretaris Wilayah 3 (UNSOED). Hadir juga Niko (UNAND) dan Puji (UNJA). Setelah dimulai dengan pembukaan oleh Ketum PB, diskusi ini berlanjut panas.

Sebagai pembuka diskusi, Heru menyampaikan bahwa subsidi dibidang peternakan sangat diperlukan tetapi harus sesuai dengan tujuan dan sasarannya. Pembatasan subsidi pada peternak sangat cocok untuk model pembibitan ketimbang penggemukan. Yogi menambahkan bahwa peternak yang mempunyai jumlah sapi dan modal terbataslah yang perlu mendapat subsidi. Sedangkan Hafidz memberikan pandangan sepakat subsidi diberikan kepada pengelola pembibitan ternak lokal dan sebaiknya dalam bentuk subsidi pakan.

Lebih jauh lagi Astri mengingatkan kepada semua peserta diskusi perihal keefektifan subsidi untuk peternak ini. Memang jika akan membarikan peternak subsidi untuk keberlangsungan dan kemajuan peternakannya maka harus ada standar evaluasi dari diberikannya subsidi. Kemudian sebagai solusi yang mantap disampaikan oleh Agung, subsidi untuk peternak perlu. Dalam pencapaian swasembada daging amat banyak kendala-kendalanya termasuk menghadapi kenaikan harga BBM yang pasti akan menyebabkan kenaikan harga pokok produksi. Adanya evaluasi dari pemberian subsidi ini sangat perlu. Subsidi bisa berupa pelatihan dan penyadaran secara kontinyu kepada peternak terkait upaya perbaikan sistem untuk memperoleh keuntungan produksi maksimal. Para akademisi harus turut berperan membina masyarakat peternak dan menghasilkan inovasi-inovasi yang mampu diterapkan dimasyarakat. Selain itu Agung menekankan bahwa harus adanya pengendalian terhadap perusahaan asing, jangan sampai peternak menjadi sasaran untuk ditindas.

Terkait subsidi pakan, Hafidz mengatakan bahwa subsidi diberikan kepada pengelola penyedia pakan. Jadi peternak membeli pakan yang bersubsidi. Namun pemberian subsidi dengan cara ini harus benar-benar diawasi supaya tepat sasaran. Lebih jauh lagi Hafidz menyatakan yang diperlukan oleh para peternak itu Subsidi atau Modal Investasi. Menanggapi pernyataan tersebut, Heru lebih memandang teknis subsidi seperti itu akan sangat sulit, mengingat peternak kita adalah mereka beternak hanyalah untuk tabungan atau sampingan. Beternak bukanlah menjadi mata pencaharian utama. Subsidi lebih baik diberikan kepada kelompok ternak bukan ke peternak langsung. Karena kelompok ternak akan terpisahkan antara yang mengelola penggemukan, pembibitan maupun keduanya. Pemberian subsidi bisa dalam bentuk konsentrat ataupun benih hijauan.

Namun, Agung mengatakan lain bahwa subsidi ini harus diberikan kepada mereka yang bergerak dibidang pembibitan. Sampai saat ini belum ada yang mampu melakukan pembibitan sapi terutama karena cost yang sangat tinggi dan lama untuk mencapai keutungan maksimal. Solusinya adalah perlu adanya gerakan pembibitan melalui Village Breeding Center (VBC) yaitu munculnya daerah-daerah pusat pembibitan. Astri menambahkan, sebelum melakukan subsidi harus didata dulu target subsidi. Baru setelah itu subsidi bisa diberikan supaya tepat sasaran dan tidak sia-sia.

Yogi menyampaikan Yang perlu ISMAPETI lakukan adalah menggalakkan penyuluhan, gerakan recording, pemantapan kelompok ternak, advokasi kebijakan peternakan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan peternak. ISMAPETI telah coba bekerja sama dengan PNPM mandiri di Kebumen untuk lakukan penyuluhan dan membuat binaan. Pengolahan pakan ternak bergizi dan pengolahan limbahnya. Kita akan terus kawal perkembangannya. Pengintegrasian sapi dengan sawit, , tanaman tebu, singkong. pemerintah berkewajiban untuk memberikan edukasi mengenai pengolahan limbah, subsidi teknologi, subsidi pakan tambahan dan pemberian jaminan pemasaran hasil peternakan.

Hafidz menambahkan, subsidi pakan bisa dilakukan dengan pemberian pakan komersial dan juga pakan limbah. Pakan komersial mungkin bisa menjalin kemitraan dengan industri pakan, sedangkan untuk limbah pertanian, jika belum ada, pemerintah membuat suatu pengolahan limbah untuk pakan ternak dengan anggaran yang disubsidi dan juga harga jual yang sesuai kepada peternak. Pemerintah memberikan fasilitas kebutuhan peternak dan peternak lah yang menjalankannya dengan bantuan pihak akademisi. Lebih jauh lagi Yogi menambahkan bahwa pemerintah memberikan subsidi dalam bentuk penyuluhan dan pendampingan untuk para peternak.

Kajian kali ini sangat menarik dan begitu berkembang permasalahannya. Ternyata kita masih banyak PR kawan untuk kemajuan peternakan kita. Sebagai kesimpulannya adalah subsidi kepada peternak dengan skala jumlah ternak dan modal terbatas yang menggantungkan ekonominya pada beternak sangatlah diperlukan. Subsidi berupa penyuluhan, pendampingan, penyediaan input produksi, ataupun jalur pemasaran. Peran kita sebagai akademisi adalah bagaimana memberikan penyadaran kepada peternak bagaimana beternak yang menguntungkan.

Sikap ISMAPETI terkait kajian ini adalah:

  1. ISMAPETI mendukung adanya Subsidi dari Pemerintah untuk Peternakan
  2. Subsidi dari Off Farm I (Pakan, Air, Sapronak, Obat-Obatan), On Farm (Penyuluhan, Recording), dan Off Farm II (Manajemen Pemasaran)
  3. ISMAPETI perlu mendukung gerakan melindungi peternakan rakyat. Advokasi kepentingan peternak. Melindungi dari kegiatan jual beli Internasional yang merugikan dan berlebihan.
  4. Pembibitan sangat diperlukan untuk pengembangan peternakan Indonesia. VBC perlu diterapkan secara serius dan terintegrasi dengan potensi perkebunan di Indonesia. Tidak hanya terjebak pada penggemukan tetapi menjaga stok populasi untuk peningkatan produksi.

Kajian selanjutnya akan dilaksanakan hari Rabu (18 April 2012). Topik special HUT Ke-29 ISMAPETI: 29 Tahun Berkarya Untuk Indonesia! Disamping itu, ISMAPETI akan mengadakan April Gerakan ISMAPETI Sedekah. adapun teknisnya akan disampaikan kemudian. Oleh karena itu tetap berkarya untuk anak bangsa dan bertukar informasi di pusat informasi kita www.pbismapeti.wordpress.com. Berkontribusi Untuk Indonesia!

2 pemikiran pada “Hasil ChatNas (3): Perlukah Subsidi Untuk Peternak? (7/4)

  1. Tulisan ini merupakan hasil kajian hari sabtu, 7 April. Masukan-masukan terbaik dari teman2 sangat dibutuhkan untuk kemantapan program peternakan.

  2. dengan adanya subsidi kepada peternak saat ini memang dibutuhkan bagi peternak tradisional Indonesia. namun dengan adanya subsidi tersebut harus diiringi dengan adanya controling yang tepat sehinnga dapat mencegah penyalahgunaan dana subsidi.
    misalnya: di Kabupaten Karanganyar sudah terdapat VBC (Village Breeding Centre) kalau tidak salah diresmikan pada tahun 2009. VBC ini merupakan sistem subsidi yang diberikan oleh pemerintah melalui kelompok ternak. dan sampai sekarang VBC ini masih dapat berjalan dengan baik. …

    semangat tuk ISMAPETI… Jaya Peternakanku… Hidup Peternakan Indonesia….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s