Audiensi ISMAPETI di Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan RI

ISMAPETI mengadakan audiensi bersama Direktur Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan di Kantor Pusat Kementrian Pertanian RI, Rabu (21/3). Dalam audiensi ini Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan diwakili oleh Kepala Bagian Perencanaan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Ir. Joko Purwanto, MP dan jajaran staf Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan. ISMAPETI diwakili oleh PB ISMAPETI dan Pengurus Wilayah meliputi dari UGM, UNPAD, IPB dan UNSOED. Audiensi berlangsung selama 3 jam.

Tujuan dilakukannya audiensi adalah untuk memperkenalkan program kerja ISMAPETI, kajian isu-isu peternakan terkini dan perencanaannya, serta memberikan rekomendasi untuk kemajuan peternakan. Hasil audiensi kami bagikan dalam tulisan ini. Kemudian teman-teman dapat memberikan komentar yang membangun. Jika memungkinkan akan dilakukan audiensi lanjutan. Tidak hanya memberikan saran normatif maupun pertanyaan-pertanyaan yang biasa-biasa saja. Tetapi memberikan rekomendasi, advokasi dan realisasi aksi untuk peternakan di Indonesia. Berorientasi pada kearifan lokal. Kesejahteraan Rakyat Indonesia.

Berikut beberapa hasil audiensi atau kajian bersama Kabag.Perencanaan Ditjen Peternakan dan Keswan bersama jajaran stafnya.

  1. Program Swasembada Daging Sapi dan Kerbau 2014. Terus ditingkatkan pencapaiannya. Program-program pengalokasian anggaran, pemberdayaan sarjana peternakan dan kesehatan hewan dan lain sebagainya telah diterapkan. Anggaran untuk Swasembada Daging telah banyak diberikan banyak untuk daerah dan 20% sisanya di kantor pusat dan 22 UPT yang tersebar di Indonesia.
  2. Program Sarjana Membangun Desa (SMD) akan ditingkatkan fungsinya. SMD merupakan sarana dalam menciptakan swasembada daging. Sarjana Peternakan dan Kesejahteraan Hewan di jadikan sebagai manajer di kelompok Ternak. Anggaran untuk SMD pada komoditas sapi mencapai 325 juta.
  3. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan Kementan di Rumah Potong Hewan di Indonesia. Presentase pemotongan sapi lokal yaitu 64% dan sisanya adalah sapi impor. Hal ini menunjukkan program swasembada daging yang diharapkan bersumber dari sapi lokal tercapai walaupun belum sempurna.
  4. Pengembangan sapi lokal tetap menjadi topik utama Ditjen Peternakan dan Keswan. Sapi lokal memiliki kemampuan yang baik dalam memanfaatkan pakan ternak berkualitas buruk. Walaupun ADG 0.3-0.6/ekor/hari tetapi pakan yang diberikan bebas dan tersedia banyak. Dibandingkan dengan sapi impor. Tidak haya sapi Bali, Pesisir, Aceh, Madura dan Sumbawa. Kini juga mulai dikembangkan Sapi Donggala. Program pemurnian yang memerlukan waktu lama ini akan terus digalakkan.
  5. Tidak ada perubahan untuk status Betina Produktif di Indonesia. Masih sesuai dengan UU.Peternakan dan Kesehatan Hewan no.18 tahun 2009. Umur dibawah 8 tahun masih disebut sebagai betina produktif. Juga tidak terjadi perubahan dengan target sapi yang dipotong. Seperti persentase daging tulang. Seluruhnya masih sama pada target atau rencana semula.
  6. Dalam berkegiatan mahasiswa dapat berkerjasama dengan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan dalam bidang-bidang tertentu. Program kerja yang telah direncanakan dapat dikerjakan bersama mahasiswa. Misalnya mengenai Supplay Demand.

Berikut rekomendasi atau saran dari ISMAPETI untuk Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan.Perlu dilakukan follow up lebih lanjut kepada Direktur Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan. Antara lain:

  1. Infrastruktur pendukung produktifitas peternakan dii Indonesia perlu ditingkatkan. Utamanya mengenai sistem transportasi, jalan raya atau yang mempengaruhi supply chain. Tidak ada korupsi atau manipulasi dalam memantapkan infrastruktur peternakan.
  2. Mendukung kegiatan-kegiatan ilmiah yang dilakukan oleh perguruan tinggi. Tidak hanya dari dosen tetapi ditujukan kepada mahasiswa secara umum dan dibimbing oleh Dosen-dosen yang ahli dalam bidangnya. Dengan demikian kemajuan peternakan dimulai dari sumbangan pemikiran intelektual dari cendekiawan muda peternakan Indonesia.
  3. Komnas Flu Burung dan program penyuluhannya perlu diperbaiki dan dimaksimalkan. Walau Flu Burung sulit untuk ditangani tetapi proses pencegahan kepada peternak rakyat khususnya yang memiliki biosecutiry lemah dapat mengerti penanganan ayam yang terinfeksi avian influenza.
  4. Impor Daging Sapi dan Turunannya perlu diperketat. Penggunaan Country Base atau Zone Base tidak dapat memberikan solusi. Tetapi sebagai program sementara perlu difikirkan kembali mengenai sumber pemasukan daging impor. Stop impor daging illegal. Menjaga perbatasan dengan sebaik-baiknya. Pertahanan negara perlu diperbaiki kembali mengenai ketahanan pangan.
  5. Sarjana Membangun Desa perlu Dibenahi. Mulai dari Pra hingga Pasca. Mahasiswa diperkuat kembali kurikulumnya untuk menuju SMD. Membangun Desa berarti Membangun Masyarakat. Sarjana menjadi tokoh dalam bidang pangan. Menjadi pahlawan pangan. Tidak banyak tahu berarti mengikuti SMD hanya sekedar saja. Hasilnya peternakan atau masyarakat yang dirugikan. Keuntungan sementara yang didapat. Setelah itu kelompok ditinggalkan. Jika tes penerimaan SMD sudah dianggap cukup untuk mengetahui keseriusan calon SMD maka perlu dibenahi dalam seleksinya. Temuan Mahasiswa Peternakan adalah banyak SMD yang tidak berjalan baik.
  6. Subsidi Pakan untuk Peternakan. Pakan mengambil 70% dalam produksi peternakan. Sehingga jika terdapat subsidi pakan. Berarti pemerintah sudah membantu bagian 70% dalam usaha mereka. Sehingga masukan ini perlu diperjuangkan untuk peternak.

Beberapa rekomendasi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Mahasiswa Peternakan seluruh

Indonesia. Sebagai bahan kajian untuk Mahasiswa Peternakan Seluruh Indonesia. Membuat analisis dan solusi masalah dalam bentuk tulisan dalam media-media nasional ataupun aksi tepat sasaran. Memberikan hasil kajian mahasiswa peternakan se-Indonesia untuk ditindaklanjuti oleh pihak Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan. Mahasiswa merupakan direct of Change yang bergerak dalam koridior intelektual yang berani dan tegas dalam menanilisis, mengkontrol dan mengevaluasi. Hidup Mahasiswa Peternakan Indonesia! Salam Peternakan! PB ISMAPETI.

5 pemikiran pada “Audiensi ISMAPETI di Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan RI

  1. Semangatt Untuk semua teman-teman peternakan se-Indonesia…
    Hidup Peternakan Indonesiaa…

  2. Hidup Peternakan Indonesia

  3. Wahh.. Populis bangett yaahh.. Hehehhe

  4. Kegiatan yang luar biasa oleh PB ISMAPETI. Setelah saya baca, rekomendasinya sangat luar biasa. Mungkin kajiannya perlu dioptimalkan lagi untuk mengkaji isu terkini sehingga dihasilkan rekomendasi yang konkrit. Selain itu, kita juga mampu memberikan timeline pelaksanaan rekomendasi tersebut. Saya tunggu kabar kajiannya.
    Tks

  5. mencukupi kebutuhan daging khususnya dari sapi dan kerbau, program SMD ataupun program LM3 dari dirjend kesmavet belum optimal, yang utama adalah bagaimana sekrang semua stakeholders mendukung adanya VBC yang didukung adanya subsidi pakan baik untuk para pengusaha atau masyarakat yang mau bergerak di pembibitan. pembibitan memang lama untuk mendapatkan keuntungan, namun paling tidak pemerintah bisa membantu sampai BEP dari usaha pembibitan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s