Mau Peternakan Maju, Stop Korupsi!

ISMAPETI menghadiri kegiatan Seminar Investasi Peternakan (Kamis, 23/2) di Hotel Novotel, Mangga Dua Jakarta yang diselenggarakan oleh Poultry Indonesia Bekerjasam dengan ISPI. Hadir sebagai pembicara Ir.Achmad Kurniadi, MBA dari BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal), Prof. Dr. H.Djohermansyah Djohan Dirjen Otda, dan Paulo Alberto Da Silveira Soares (Duta Besar Brazil untuk Indonesia) , dan dimoderatori oleh Ir. Syukur Iwantoro, MS, MBA (Dirjennak Keswan) pada seminar sesi pertama.

Kegiatan sesi kedua berupa talkshow yang dimoderatori oleh Prof. Dr. Budi Tangendjaja. Pembicara dari QL Group, Drh. Cecep MW, MH, Ir. Yudi Guntara dari PT. CABS, dan Jeanette Sunarti dari PT.Greenfields Indonesia. Seminar Nasional dengan tema Peluang Investasi Peternakan di Indonesia ini dihadiri oleh dinas peternakan, kalangan perusahaan, asosiasi, dan pergruan tinggi.

Dalam seminar dijelaskan bahwa investasi peternakan di Indonesia memiliki peluang yang sangat besar. Penduduk yang besar, bonus demografi, meningkatnya pendapatan perkapita, meningkatnya segmen penduduk kelas menengah dan perubahan pola konsumsi menjadi beberapa poin peluang investasi peternakan.

Di Indonesia selama periode 2000-2009, investasi di subsektor peternakan didominasi oleh investasi perunggasan. Sekitar 64% investasi peternakan dikonsentrasikan pada bisnis perunggasan. Dengan persentase 54% investasi dilakukan oleh penanam modal dalam negeri. Tetapi investasi di Indonesia terdapat beberapa faktor penghambat seperti korupsi yang marak, inefisiensi birokrasi pemerintah, penyediaan infrastruktur, dan instabilasi kebijakan. Data yang diperoleh dari The Global Competitiveness Report 2011-2012 menyebutkan, korupsi menjadi penyebab utama sebagai faktor penghambat investasi bisnis di Indonesia.

Dalam Masterplan pembangunan ekonomi Indonesia kedepan, salah satu rencana aksi bidang peternakan adalah melakukan perlindungan usaha ternak dengan kebijakan impor daging secara bertahap. Dilakukan pula optimalisasi prinsip low eksternal input suistainable agriculture (LEISA), atau pendekatan zero waste yang menghasilkan produk 4F (food, feed, fertilizer, dan fuel).

Dalam seminar juga dijelaskan mengenai kebijakan otonomi daerah dalam mendukung investasi peternakan. Urusan peternakan di Indonesia merupakan salaha satu urusan yang telah didesentralisasikan ke Daerah. Sesuai dengan PP No.38 tahun 2007. Dalam ketentuan tersebut diatur mengenai pembinaan usaha bidang peternakan, sarana usaha, pemasaran, dan hal-hal lainnya yang terkait dengan investasi bidang peternakan. PB ISMAPETI.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s