Belajar Beternak Ayam di Thailand

Cerita awal ini berisi mengenai serunya praktek lapangan di peternakan ayam Fakultas Peternakan Universitas Maejo Thailand. Sudah hampir 2 minggu, saya bekerja di peternakan ayam. Mengambil telur, membersihkan telur, menyuntik ayam, panen DOC dan membersihkan kandang adalah pekerjaan yang dilakukan sehari-hari.

Saya tidak sendiri, ditemani mahasiswa-mahasiswa asing dari China dan Taiwan. Yupz, mereka juga termasuk dalam program pertukaran mahasiswa. Awalnya sempat susah karena tiap menit harus pakai bahasa Inggris bahkan bahasa China atau Thailand..hehehe.

Kandang Ayam Petelur

Sekarang kita bicarakan tentang sistem peternakannya. Teaching Farm di Universitas Maejo terbilang cukup baik dan besar. Ada kerjasama antara perusahaan dan fakultas. Mahasiswa dibebaskan untuk belajar banyak di kandang. Ikut seluruh proses manajemen peternakan yang dilakukan. Peternakan ayam petelur rata-rata menghasilkan telur sebanyak 5000 butir. Jadi mereka nggak main-main dalam proses manajemennya.

peternakan ayam petelur (closed house)

Nggak semata-mata urusan bisnis tapi memang disediakan untuk belajar. Jika mahasiswa melakukan kesalahan (pengalaman pribadi, hehehe..) dosen atau penjaga kandang mengajarkan yang seharusnya dilakukan. Saya pun demikian sering melakukan kesalahan tetapi saya lawan kesalahan dan berbuat yang terbaik.

Minggu berikutnya lanjut belajar ke breeding farm. Disini ayam pejantan dan betina kumpul jadi satu dan menghasilkan telur fertile. Telur dikumpulkan 4 kali dalam sehari dan secara bersamaan dimasukkan kedalam mesin penetas. Rata-rata ayam ukuran 2-2.5 kg di breeding farm ini. Setiap kali mau ambil telur ayam harus bertarung dulu sama ayam-ayam disekitarnya. Induk ayam lagi ngeramin telurnya dan penjantan nungguin diluar. Srutt,,telur kita ambil dan masuk dalam ember. I saved your chick..hehehe.

Poultry Breeding Farm

Setiap hari kamis jam 6 pagi waktunya memberikan vaksin pada ayam-ayam umur sehari. Mahasiswa yang tergabung dalam kelas unggas harus datang pagi-pagi dan menyuntikkan DOC. Vaksin yang diberikan antara lain vaksin IB, IBD, dan ND. Vaksin diberikan secara injeksi dan sprayer. Selesai divaksin, DOC siap dipacking. Yupz, Fakultas Peternakan Maejo bisa menghasilkan DOC sendiri. Tiap mahasiswa tahu bagaimana manajemen DOC dan pasca DOC kemudian sampai pada pemeliharaan. Tidak perlu pergi ke perusahaan untuk belajar banyak mengenai DOC, pemeliharaan dan pakan. Semua sudah tersedia di belajar. Fakultas Peternakan di Indonesia perlu banyak belajar dari Thailand.

ribuan DOC sudah divaksin

Nah, ini cerita saya, apa ceritamu? Ditunggu cerita-cerita seru lainnya dari teman-teman. Seputar peternakan maupun terkait berita di Fakultas. Dan sharing kegiatan-kegiatan kalian. Kirimkan tulisan melalui email: ismapeti@gmail.com

Do the best for better Farming. Yogi Sidik.

4 pemikiran pada “Belajar Beternak Ayam di Thailand

  1. Dear Yogi,

    Pengalaman yang menarik untuk di share kepada rekan-rekan yang lain. Kolaborasi yang baik antara akademisi dengan dunia industri. Cerita-cerita singkat semoga makin mewarnai BLOG PBISMAPETI ini.

    Salam

    • Dear Pak Sopyan,
      Terimakasih pak, semoga tetap semangat dan istiqomah menjalankan kegiatan sehari-hari. Blog ISMAPETI terbuka untuk umum. Pak Sopyan juga bisa mengirimkan tulisan-tulisan di blog ini. Regards.
      Yogi Sidik

  2. Yogi…………………….aq lagi search info tentang negara Tahiland, eh ternyata ada blog mu….hebat2 gi…

  3. terima kasih banyak……saya peternak dari sumenep.. butuh info tentang tempat minum ayam petelur yang praktis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s